Silaturahmi dan dialog menjadi jembatan aspirasi warga pedalaman Kabupaten Berau terkait pengelolaan hutan dan kesejahteraan masyarakat adat
Berau-kaltim.megajuang.com. Menteri Kehutanan Republik Indonesia baru-baru ini melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah pedalaman Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Kampung Merasa, sebuah kampung yang terletak di Kecamatan Kelay, memiliki kekayaan budaya serta keterikatan erat dengan kawasan hutan di sekitarnya .
Kedatangan Menteri Kehutanan disambut hangat oleh masyarakat setempat, perangkat kampung, serta para tokoh adat yang telah menanti kedatangannya. Suasana penuh keakraban terlihat sejak rombongan tiba di lokasi, di mana warga menyambut dengan senyum dan sapaan khas masyarakat pedalaman Berau.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kehutanan berkesempatan bertatap muka langsung dengan sejumlah warga dan tokoh adat Kampung Merasa. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan, di mana terjadi dialog terbuka guna menyerap aspirasi, harapan, serta tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
π Profil Kampung Merasa & Data Pendukung
Kampung Merasa merupakan kampung berbasis masyarakat Suku Dayak Uma Baha, yang mendiami kawasan tepi Sungai Lesan, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Jarak dari ibu kota kabupaten, Tanjung Redeb, sekitar 45 km melintasi kawasan hutan tropis . Wilayah ini kaya akan potensi hutan, gua-gua karst, serta menjadi bagian dari kawasan konservasi satwa yang memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi . Tradisi budaya seperti Pesta Adat Meja Panjang masih rutin dilaksanakan sebagai simbol persaudaraan dan kebersamaan warga.
π Tokoh Adat yang Hadir dalam Pertemuan

Dalam pertemuan tersebut, hadir para pemangku adat dan tokoh masyarakat Kampung Merasa, antara lain:
– Kepala Adat / Pemangku Adat Kampung Merasa β selaku penanggung jawab pelestarian adat istiadat dan kearifan lokal masyarakat setempat
β
– Kepala Kampung Merasa β Julita, S.Pd., yang memimpin perangkat kampung dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat
β
– Para Tetua Adat β yang berperan sebagai penjaga tradisi, penengah dalam penyelesaian sengketa adat, serta pewaris pengetahuan leluhur mengenai pengelolaan hutan secara lestari
β
– Perwakilan Masyarakat Adat β dari berbagai elemen warga, termasuk perwakilan perempuan dan pemuda kampung
Menteri juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kampung Merasa, khususnya para tokoh adat, yang selama ini telah menjaga warisan leluhur dan turut serta menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayahnya. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.
βKehadiran saya di sini adalah untuk mendengarkan langsung suara masyarakat. Pengelolaan hutan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja; peran masyarakat adat dan warga sekitar sangatlah penting. Kita jaga hutan, hutan pun menjaga kita,β ujar Menteri Kehutanan dalam sambutannya.
Sementara itu, perwakilan tokoh adat Kampung Merasa menyampaikan harapan agar kebijakan pengelolaan hutan ke depan semakin mengakui dan menghargai hak-hak masyarakat adat atas wilayah kelola mereka, serta memberikan ruang bagi partisipasi aktif warga dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Menteri Kehutanan, jajaran rombongan, tokoh adat, perangkat kampung, serta perwakilan masyarakat Kampung Merasa. Momen tersebut menjadi bukti kebersamaan dan komitmen bersama untuk membangun kemitraan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat pedalaman Berau.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat mempererat hubungan silaturahmi, memperkuat peran masyarakat adat dalam pengelolaan kawasan hutan, serta melahirkan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan warga sekaligus menjaga kelestarian alam di Kabupaten Berau.(**Redaksi Megajuang.com.)




