Megajuang.com.Dilansir dari Antara kaltim.Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama Perum Bulog segera menyalurkan 62,14 ton beras cadangan pangan untuk mengantisipasi kerawanan pangan yang melanda 3.107 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Pemprov Kaltim bekerja sama dengan Bulog akan mengirimkan 62,14 ton beras ke Mahulu. Jumlah beras yang akan dikirim sesuai surat permohonan terbaru dari Pemkab Mahulu,” kata Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Samarinda, Sabtu.

Ia menjelaskan bantuan tersebut menyasar 1.378 KK di Kecamatan Long Apari dan 1.729 KK di Kecamatan Long Pahangai, dengan asumsi alokasi 20 kilogram beras per KK.

Data penerima ini bersumber dari usulan resmi Pemkab Mahulu per Jumat (14/8).

Ia menegaskan distribusi bahan pokok ini harus menjadi perhatian serius agar segera sampai ke masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan tersebut.

“Jangan sampai ada masyarakat Kalimantan Timur mengalami kesulitan mendapatkan bahan pangan,” katanya.

Dalam merespons permohonan itu, Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim langsung berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Mahulu serta Bulog untuk menyiapkan pengemasan.

Hingga Agustus 2026, stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) beras medium Pemprov Kaltim di gudang Bulog tercatat 401 ton, sedangkan total beras CPPD se-Kaltim mencapai 1.208 ton.

Mekanisme bantuan mengacu pada Perpres 125/2025 dan Pergub Kaltim 6/2026 tentang Pengelolaan CPPD, khususnya untuk penanganan kondisi darurat dan rawan pangan.

Sebelum dikirim, DPTPH bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) telah mengambil sampel beras di gudang Perum Bulog Samarinda untuk uji laboratorium. Hasil pengujian memastikan beras tersebut aman dari kandungan formalin, logam berat, dan pestisida.

Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan menjelaskan pihak Bulog membutuhkan waktu 4-5 hari untuk proses pengemasan ulang beras ke dalam ukuran 5 kilogram akibat padatnya agenda pangan lainnya.

Terkait dengan logistik, beras akan diangkut menggunakan sekitar 15 truk dari Samarinda menuju Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, dengan kapasitas masing-masing 4 ton. Ongkos angkut tahap pertama ini ditanggung penuh oleh Pemprov Kaltim.

“Sedangkan angkutan lanjutan dari Ujoh Bilang ke Long Pahangai menggunakan kendaraan dobel kabin, dan ke Long Apari menggunakan perahu ces, biayanya ditanggung oleh Pemkab Mahulu,” katanya.

Sebagai upaya lanjutan, Pemkab Mahulu aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) enam kali pada periode Februari-Juni 2026. GPM terbaru dilaksanakan di Kecamatan Long Apari pada Senin (10/8) dan di Kampung Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun pada Rabu (12/8).

Sumber (ANTARA KALTIM Minggu 16/08/2026)