Berau–kaltim.megajuang.com. Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kampung Suaran, yang berbatasan langsung dengan Kampung Pesayan, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, pada Senin (24/8/2026). Kebakaran yang meluas ini diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran lahan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga api dengan cepat merambat dan mengancam pemukiman warga sekitar apabila tidak segera dikendalikan.
🚒 Gabungan Tim Bergerak Cepat ke Lokasi
Menyadari bahaya yang mengancam, PT. TRH Unit Suaran segera mengerahkan regu dan unit pemadam kebakaran hutan dan lahan untuk menuju titik kejadian seluas 65 hektare. Upaya pemadaman ini juga didukung penuh oleh berbagai pihak, membentuk tim gabungan yang solid untuk menahan laju api.
Adapun rincian personel dan sarana yang dikerahkan ke lokasi:
PT. Kertas Nusantara (KN): 4 orang + 1 unit Truk Water Tanker 10 Ton
PT. TRH Unit Suaran: 20 orang + 2 unit pemadam
KPHP Berau Tengah: 4 orang + 1 unit mobil pemadam
BPBD: 1 orang
TNI: 1 orang
– Polri: 2 orang
– MPA Suaran: 3 orang
– Kepala Kampung Suaran beserta unsur masyarakat
📌 Diduga Akibat Ulah Manusia, Bukan Faktor Alam
Koordinator Penanggulangan dan Penanganan Pasca Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Jalaludin, menjelaskan bahwa kebakaran kali ini bukan disebabkan faktor alam, melainkan murni akibat perbuatan manusia. Titik api yang ditemukan di lokasi bersinggungan langsung dengan aktivitas warga yang membuka lahan untuk kebun.

“Sebagian warga justru memahami kondisi cuaca ekstrem saat ini dan menahan diri untuk tidak membakar lahan, namun ada oknum yang tetap melakukannya dan meninggalkan api sehingga membesar dan merambat ke mana-mana,” ungkap Jalaludin.
Senada dengan itu, Kepala Unit TRH Suaran turut menyayangkan kelakuan oknum tersebut. Ia menambahkan bahwa timnya sudah dua minggu berturut-turut bekerja nonstop di lokasi kebakaran, baik untuk memadamkan titik api yang besar maupun yang kecil.
“Kami berharap seluruh personel diberikan kesehatan dan keselamatan dalam berjuang memadamkan api. Tak kalah penting, semoga Allah segera menurunkan hujan yang penuh berkah untuk kita semua, khususnya di tanah Berau,” ujarnya dengan harap.
⚠️ Ancaman Tetap Ada
Hingga saat ini proses pemadaman masih berlangsung. Pihak berwenang mengimbau seluruh masyarakat untuk menghentikan sepenuhnya praktik pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan berangin kencang sehingga api dapat dengan mudah meluas dan mengancam keselamatan jiwa serta harta benda.
Laporan: Jalaludin
Penulisan: sofyan.redaksi megajuang.com.]




