Biduk biduk- Kabupaten Berau MegaJuang.Com.Pembangunan dermaga Pelabuhan Teluk Suleman, Kecamatan Biduk-Biduk, kabupaten berau yang sudah dibangun hingga saat ini belum memiliki status resmi yang jelas.
Fasilitas yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Berau tersebut yang menelan dana mencapai puluhan miliar ini sampai saat ini belum dapat dipungsikan sebagaimana mestinya, padahal masyarakat sudah sangat menantikan kehadiran dermaga ini untuk menunjang kegiatan perekonomian daerah.
Akibat ketidakpastian status tersebut, berbagai kegiatan bongkar muat barang, termasuk pupuk dan karnel sawit, kini terpaksa dialihkan ke dermaga yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur.
Kondisi ini tentu sangat merugikan daerah, sebab setiap aktivitas bongkar muat yang seharusnya berlangsung di dermaga ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.
Kepala Kampung Teluk Suleman yang ditemui pada 22/20/26 menyampaikan harapan yang tulus agar Pemerintah Kabupaten Berau segera menetapkan status resmi dermaga ini, baik itu sebagai terminal umum maupun terminal khusus.
Dengan kejelasan status, dermaga ini diharapkan dapat segera dipergunakan untuk melayani kegiatan bongkar muat barang dari kapal-kapal yang masuk, sehingga fasilitas yang telah dibangun tidak terbengkalai dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, kakam teluk menambahkan “bahwa beroperasinya dermaga ini akan membuka lapangan pekerjaan dan menumbuhkan kegiatan ekonomi di kampung.
“Kami ingin masyarakat di sini bisa mendapatkan kesempatan bekerja, baik sebagai buruh pelabuhan maupun dalam usaha-usaha penunjang di sekitar pelabuhan.
Semoga dermaga teluk suleman ini benar-benar ada manfaatnya untuk warga Teluk Suleman,” ujar beliau.
Para buruh pelabuhan dan tenaga bongkar muat di wilayah tersebut pun menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja, Selama ini mereka telah menunggu dengan sabar, berharap peruntukan pelabuhan ini segera dipastikan, sehingga mereka bisa mencari nafkah dan roda perekonomian di Teluk Suleman dapat bergerak seperti dermaga pelabuhan didaerah lain.
Hingga saat ini, masyarakat dan pemerintah kampung masih menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Berau.
Semoga masalah ini segera mendapat perhatian serius, agar investasi yang telah dikeluarkan puluhan miluar ini dapat bermanfaat sepenuhnya bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Teluk Suleman pada khususnya dan Kabupaten Berau pada umumnya.
Ditempat terpisah kepala dinas perhubungan kabupaten berau,H Rusnan Hefni yang dihubungi secara terpisah melalui sambungan telfon(waatshaap) pada 23/10/26, menjelaskan terkait status demaga pelabuhan teluk suleman, dikatakannya, “Kami SDH sampaikan ke Kementerian Perhubungan melalui Dirjen perhubungan laut pada saat audiensi namun banyak persyaratan yang perlu disiapkan guna memfungsikan sebuah pelabuhan untuk dijadikan bongkar muat antar propinsi.
Saat audensi dengan dirjen ternyata memang kewenangan Pemda hanya sebatas angkutan antar kecamatan, sehingga untuk memfungsikan antar kabupaten atau propinsi ini merupakan kewenangan kementrian perhubungan.
Selain itu kata kadis, “pelabuhan teluk Sulaiman tidak termasuk Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) Pelabuhan Tanjung Redeb. Alhamdulillah Kementrian perhubungan merespon dengan baik untuk memasukkan dalam Kajian review Rencana Induk Pelabuhan Nasional jar kadis.
(* sumber*)##



