Sanaa: Fasilitas Minyak Arab Saudi Masuk Daftar Sasaran jika Riyadh Terus Tingkatkan Eskalasi
Internasionalsanaa.Megajuang.com.Fasilitas Minyak Arab Saudi Masuk Daftar Sasaran jika Riyadh Terus Tingkatkan EskalasiPublished 1 hari agoon 25 Juli, 2026By Ahlulbait Indonesia
Sanaa menilai Arab Saudi bertanggung jawab atas kegagalan penyelesaian politik dan memperingatkan konsekuensi serius jika eskalasi terus berlanjut.
Sanaa menilai Arab Saudi bertanggung jawab atas kegagalan penyelesaian politik dan memperingatkan konsekuensi serius jika eskalasi terus berlanjut.
Ahlulbait Indonesia, 25 Juli 2026 –
Pemerintah Sanaa memperingatkan bahwa seluruh opsi pembalasan terhadap Arab Saudi masih terbuka, termasuk menjadikan fasilitas minyak dan ekonomi kerajaan sebagai sasaran apabila Riyadh terus meningkatkan eskalasi dan mempertahankan blokade terhadap Yaman.
Wakil Menteri Luar Negeri Pemerintah Sanaa, Abdullah Sabri, mengatakan kebijakan Yaman kini didasarkan pada doktrin “blokade dibalas blokade” (siege for siege) dan “eskalasi dibalas eskalasi”. Menurutnya, setiap tindakan baru dari Arab Saudi akan dijawab dengan respons yang komprehensif, keras, dan kuat.
Dalam wawancara dengan harian Al Akhbar pada Jumat (24/7/2026), Sabri menyatakan era “tidak perang dan tidak damai” yang berlangsung lebih dari empat tahun telah berakhir. Selama periode itu, Arab Saudi dinilai gagal memenuhi komitmen kemanusiaan dan ekonomi terhadap Yaman, sehingga mendorong pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas.
Ia menjelaskan bahwa Pemimpin Revolusi Yaman, Sayyid Abdul Malik al-Houthi, telah menetapkan kebijakan baru untuk mengakhiri agresi dan blokade sekaligus menegaskan kedaulatan Yaman, yang diawali dengan upaya membuka kembali akses Bandara Internasional Sanaa. Menurut Sabri, kebijakan tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat, sebagaimana tercermin dalam aksi jutaan warga Yaman pekan lalu
Menanggapi perkembangan regional, Sabri menegaskan dinamika di Yaman tidak dapat dipisahkan dari perubahan geopolitik kawasan karena Sanaa merupakan bagian dari Poros Perlawanan.
Meski demikian, ia mengatakan pemerintah Yaman secara sengaja memisahkan konfrontasi dengan Arab Saudi dari front menghadapi Amerika Serikat dan Israel, namun Riyadh dinilai keliru menafsirkan sikap tersebut sebagai kelemahan.
Ia juga menuduh Arab Saudi kembali meningkatkan agresi melalui serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa serta terus menggunakan narasi lama yang mengaitkan seluruh kebijakan Yaman dengan Iran sejak perang dimulai pada 2015.(**)




