BERAU –Kaltik Megajuang.Com.Dinas Kesehatan Kabupaten Berau bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda melakukan pengawasan serta pengujian intensif terhadap makanan jajanan di pasar Ramadan. Kegiatan yang bertujuan menjaga kualitas dan keamanan pangan takjil selama Ramadan 1447H ini dilaksanakan pada Senin 25/03/2024 .
Pengawasan dilakukan di beberapa lokasi strategis, antara lain Pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah, wilayah Pasar Teluk Bayur, dan daerah Sambaliung. Sejumlah sampel jajanan takjil diambil secara acak untuk diuji di laboratorium.
Kegiatan ini melibatkan kerjasama tim gabungan dari berbagai instansi, yaitu Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Diskoperindag), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Puskesmas, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai pengamanan.
Hasil pengujian awal menunjukkan dua sampel diduga mengandung zat pewarna berbahaya yang dilarang untuk produk pangan.
Namun ,” hasilnya masih belum jelas antara positif dan negatif sehingga diperlukan pengujian lebih mendalam di laboratorium yang memiliki fasilitas lebih lengkap”.
Pengujian awal jika menunjukkan hasil kurang jelas akan dilanjutkan ke pengujian lebih mendalam di BPOM Samarinda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Kesehatan Berau Lamlay Sarie, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Suhartini, serta perwakilan BPOM Samarinda Abdul Haris Rauf menyatakan bahwa kedua sampel tersebut akan dibawa ke Samarinda untuk menjalani serangkaian uji laboratorium yang lebih komprehensif.

“Dua sampel ini perlu dilakukan uji lebih lanjut di laboratorium dan akan kami bawa ke Samarinda,” ujar Abdul Haris Rauf.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga kesehatan masyarakat di bulan suci Ramadhan. Upaya ini diharapkan memastikan jajanan takjil yang beredar aman dan bermutu untuk dikonsumsi.

“Semoga upaya ini dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap kesehatan konsumen dan mendorong praktik produksi makanan yang lebih aman dan terjamin,” ucap Lamlay Sarie. (joe/